Pernah terkilas kembali apa yang pernah
kujanjikan
Yang kujanjikan adalah tidak terlalu muluk
Hanya sepenggal kata-kata sederhana
Yang tanpa kaucapkan lagipun, kau tlah
mengerti
Karena itu adalah bagian dariku yang harus
kutinggalkan
Kau juga pasti mengetahui…
Tentang waktu dan kekuatannya bukan?...
Yaa.. akupun tlah dipaksa untuk
merasakannya
Ketika yang berada didalam objek itu adalah
dirimu…
Mereka bukan kejam
Ataupun beramah tamah..
Tapi mereka hanya melakukan sesuatu ketika
itu adalah bagian ceritanya…
Sebut sajalah itu sebuah hak akronim
Merasakan tanpa terbebani,
Dan tepat hari itu
Aku merasakan bahwa tidak ada guna lagi
berjanji.
Aku terlalu naïf untuk percaya lagi kepada
kalimat-kalimat.
Dan aku gagal bertahan dalam spiral waktu.
Mungkin
beberapa pernyataan itu maknanya seperti ini
“janji apakah yang bisa kau lakukan jika
janji itu tlah kehilangan objeknya
Kalimat apalagikah yang kau percayai jika ternyata
ada yang lebih menjanjikan atas dirimu, atau juga dia mengatakan seberapa
basahkah engkau dibawah hujan, yang payungnya tanpa rangka”
Biar kusederhanakan lagi sajalah…
Aku tlah dipaksakan untuk merasakan
Dan kaupun juga mungkin merasakan
Yang tidak terlihat lagi adalah makna
terbebani itu
Dan kurasa cukup pantaslah dirimu mengerti
kalimat ini.